Bentuk-bentuk Belajar (lanjutan)

3. Belajar Operant
Belajar sebagai akibat penguatan merupakan bentuk belajar lain yang banyak diterapkan dalam teknologi modifikasi perilaku. Bentuk belajar ini disebut terkondisi operant sebab perilaku yang diinginkan timbul secara spontan, tanpa dikeluarkan secara naluriah oleh stimulus apa pun, saat organisme "beroperasi" terhadap lingkungan. Berbeda dengan belajar responder, perilaku operant tidak memiliki stimulus fisiologis yang dikenal. Perilaku operant tidak "dikeluarkan", tetapi "dipancarkan"; dan konsekuensi atas perilaku itu bagi organisme merupakan variabel yang penting dalam belajar operant. Perilaku akan diperkuat bila akibatnya berupa suatu yang terkuatkan. Perilaku yang mengalami penguatan mempunyai kecenderungan untuk meningkat dalam hal frekuensi, besarnya, atau probabilitas terjadinya.
Belajar operant ditunjukkan dalam perilaku berbagai hewan: tikus menekan pengungkit, burung merpati mematuk kunci, kuda menganggukkan kepalanya. Pada dasarnya, setiap perilaku operant dapat ditimbulkan kerap kali dengan pemberian penguatan segera setelah timbulnya perilaku itu.
Baca Juga
Bila respons berupa sukarela menjawab pertanyaan guru, penguat terhadap respons itu mungkin dalam bentuk "diberi giliran oleh guru". Bila respons itu berupa jawaban itu sendiri terhadap pertanyaan, penguat mungkin berupa ucapan guru: "Betul" atau "Bagus Sekali". Atau bila respons itu berupa duduk diam dan tidak berbuat apa-apa, salah satu penguat yang menyebabkan perilaku itu akan terjadi lagi ialah suatu tanda persetujuan guru, baik berupa kata-kata maupun senyuman.
4. Belajar Observasional
Bentuk lain belajar yang akan kita bahas dalam bagian ini ialah belajar observasional. Bentuk belajar ini banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita untuk pertama kalinya belajar mengendarai mobil, kita akan mengamati seorang instruktur untuk mengetahui urutan tindakan-tindakan yang dibutuhkan misalnya menghidupkan, kemudian menjalankan mobil. Demikian pula, bila seseorang mulai bermain voli, ia berusaha meniru temannya yang terkenal sebagai pemain ulung dalam melemparkan bola, misalnya. Bila seseorang diundang makan di hotel besar, yang di dalamnya tersedia berbagai macam sendok, garpu, dan gelas, mungkin sekali orang itu akan menunggu hingga ada seseorang yang tampaknya mengetahui cara makan sebelum ia mulai makan dan ia menggunakan perilaku orang itu untuk membimbing perilakunya sendiri. Contoh-contoh ini memperlihatkan betapa bergantungnya kita pada belajar observasional. Model-model perilaku —sopir, pemain voli, dan orang dengan kesopanan sosial— membimbing perilaku kita. jadi, perubahan perilaku semacam ini merupakan belajar sesuai dengan definisi yang telah dikemukakan terdahulu.
Konsep belajar observasional memperlihatkan bahwa orang dapat belajar dengan mengamati orang lain melakukan hal yang akan dipelajari. Oleh karena itu, perlu diperlihatkan agar anak-anak lebih banyak diberi kesempatan untuk mengamati model-model perilaku yang baik atau yang kita inginkan, dan mengurangi kesempatan-kesempatan untuk melihat perilaku-perilaku yang tidak baik.
5. Belajar Kognitif
Demikian uraian lanjutan bentuk-bentuk belajar menurut Gagne. Semoga bermanfaat. Artikel yang relevan dengan ini yakni pengertian belajar menurut para ahli.